Menu
Info Properti Syariah

Kavling Syariah Tanpa Riba

0878 7474 2626

Bogor Utara Kota Bogor

TIPS MEMBELI RUMAH SYARIAH

Kamis, Maret 23rd 2017.

Rumah merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang harus terpenuhi dan diakui secara nyata dalam syariat Islam. Dan salah satu kewajiban dalam pernikahan adalah memberi nafkah (suami) kepada anak istri. Dalam hal ini nafkah yg paling mendasar adalah memberi makan, pakaian & tempat tinggal/rumah. Maka kepemilikan rumah sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap keluarga. Ada yang sudah memiliki sejak awal, ada yang masih mengontrak, dan ada yang baru mengambil rumah dengan cara kredti (KPR).

KPR kini memang menjadi salah satu jalan bagi keluarga yang ingin segera memiliki rumah, ada yang melalui BTN atau Subsidi, ada juga yang memakai Syariah. Memang sistem Syariah sedang menjadi primadona sekarang ini karena peminatnya yang semakin tinggi. Sistem Syariah ini menyebutkan tidak menerapkan Denda didalamnya. Namun perlu berhati-hati, tidak semua yang memakai Syariah itu benar-benar “Syariah”. Mengapa demikian?

Adapun yang dikatakan KPR mirip syariah, itu hanya sebatas istilah karena pada faktanya antara KPR Konvensional dan KPR syariah dengan “Perantara Bank” kini di lapangan sama saja skemanya dengan yang di sebutkan sebelumnya. Walaupun memakai Bank Syariah, tetap saja hal itu tidak menjadikan KPR tersebut murni Syariah, hal ini disebabkan karena jika ada tiga pihak yaitu Pembeli-Developer-dan Bank, maka akan ada Akad diatas Akad, sehingga menjadi Bathil.

Gambaran singkat KPR melalui perbankan atau lembaga pembiayaan ini berlaku baik dalam sistem konvensional maupun syariah (mirip syariah lebih tepatnya). Setelah melalui proses administrasi, biasanya kita diwajibkan membayar uang muka (DP) sebesar 20 %. Setelah mendapatkan bukti pembayaran DP, maka bank terkait akan melunasi sisa pembayaran rumah sebesar 80 %. Tahapan selanjutnya sudah dapat ditebak, yaitu kita menjadi nasabah bank terkait. Secara sekilas akad di atas tidak perlu dipersoalkan. Terlebih berbagai lembaga keuangan syariah mengklaim bahwa mereka berserikat (mengadakan musyarakah) dengan Anda dalam pembelian rumah tersebut.

Anda membeli 20 % dari rumah itu, sedangkan lembaga keuangan membeli sisanya, yaitu 80 %. Dengan demikian, perbankan menerapkan akad musyarakah (penyertaan modal). Dan selanjutnya bila tempo kerjasama telah usai, lembaga keuangan akan menjual kembali bagiannya yang sebesar 80 % kepada Anda. Itulah skema yang berlaku apabila menempuh KPR melalui perantara Bank atau PT. Finance ini SKEMA UMUM … hampir semuanya menggunakan ini

Nilai 80% yang diberikan bank, hakikatnya adalah pinjaman BUKAN kongsi pembelian rumah.

Dengan alasan:

Bank tidak diperkanankan melakukan bisnis riil, karena jika disandarkan pada fungsinya bank hanya sebagai sarana untuk menyimpan tabungan dari nasabah, bukan untuk melakukan bisnis. Karena itu, bank tidak dianggap membeli rumah tersebut.

Dengan adanya DP, sebenarnya nasabah sudah memiliki rumah tersebut.

Dalam praktiknya, bank sama sekali tidak menanggung beban kerugian dari rumah tersebut selama disewakan.

Nasabah melunasi pinjaman tersebut kepada bank secara angsuran disertai bunga.

Berkaitan dengan poin 1, adanya larangan dua akad dalam satu transaksi. padahal dalam Islam hanya boleh ada satu akad dalam satu transaksi. sehingga tidak akan pernah ada akad sewa dan membeli pada waktu yang bersamaan dalam satu transaksi (hal serupa terjadi pada praktik leasing)… Leasing jelas samar. karena dalam Islam clear antara beli dan sewa

Riba tersebut berupa bunga atas pokok utang yang dipungut bank dari nasabah. Para ulama telah sepakat bahwa setiap tambahan yang disyaratkan dalam akad utang (dain) adalah riba yang hukumnya haram. Padahal Islam telah mengharamkan riba (Lihat QS al-Baqarah: 275).

Maka dari itu pilihlah KPR yang hanya memiliki 2 pihak dalam transaksinya, yaitu pihak Pembeli dan Developer, karena tidak akan ada akad didalam akad (akad ganda), dan jelas tidak akan berhubungan dengan Bunga

Insyaa Allah, pengajuan pembelian kredit rumah syariah ke pihak developer property syariah atau pengembang lebih memudahkan dibanding terikat dengan pihak bank. Tidak ada proses BI Checking yang memang penuh akan syarat. Tidak ada biaya KPR, biaya admin, dan biaya provisi. Proses pengajuan kepada developer properti syariah bisa diberikan ketika survey. Kemudian pada keesokan harinya atau paling lambat satu minggu setelah survey akan dihubungi untuk mengarahkan pembayaran booking dan atau uang muka pertama (DP 1/DP Pertama).

Leave a Reply

Properti Terbaru

Harga Promo
Investasi Kampung Kurma Cirebon

Investasi Kampung Kurma Cirebon

Rp. 89,5.000.000
Jl. Kanci - Sindanglaut No.840, Buntet, Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat 45181, Indonesia
Lt/Lb : 500 m² / m²
Lihat Detail »
Sudah Laku
2 Lantai Rumah Second Dijual Cepat

2 Lantai Rumah Second Dijual Cepat

Rp. 300.000.000
Bojong Gede, Bogor, West Java, Indonesia
Lt/Lb : 60 m² / 120 m²
Lihat Detail »
Dijual
7 Cluster SIAP HUNI Ciputat Jakarta Selatan

7 Cluster SIAP HUNI Ciputat Jakarta Selatan

1.500.000.000
Jl. Cirendeu Raya, Ciputat Tim., Kota Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
Lt/Lb : 81 - 104 m2 m² / 110 - 120 m2 m²
Lihat Detail »
Harga Promo
SEPTEMBER CERIA BERSAMA GRIYA SAMARA 1

SEPTEMBER CERIA BERSAMA GRIYA SAMARA 1

Rp. 193.959.000
Perumahan Griya Samara 1, Waringinjaya, Kedungwaringin, Bekasi Jawa Barat
Lt/Lb : 72 m² / 36 m²
Lihat Detail »
Harga Promo
Kampoeng Kurma Jasinga Kabupaten Bogor

Kampoeng Kurma Jasinga Kabupaten Bogor

Rp. 89,5.000.000
Jalan Letnan Suyuti Jasinga Kabupaten Bogor
Lt/Lb : 400 m² / m²
Lihat Detail »
Dijual
Alifia Residence Perumahan di Jatiasih Bekasi

Alifia Residence Perumahan di Jatiasih Bekasi

Rp. 798.000.000
Jl. Raya Villa Jatirasa, Jatiasih, Kota Bks, Jawa Barat, Indonesia
Lt/Lb : 73,5 m² / 80 m²
Lihat Detail »